Tragedi Pengantin Baru
SERING TERJADI KECELAKAAN
JL.KH AHMAD DAHLAN KEDIRI BUTUH RAMBU LALIN
JL.KH AHMAD DAHLAN KEDIRI BUTUH RAMBU LALIN
Diawal bulan Juni ini, kembali terjadi kecelakaan lalin, dua orang pengendara motor akibat kecelakaan tersebut meninggal dunia, satu diantaranya meninggal di tempat kejadiaan sebelum ada petugas kepolisian datang dan seorang lagi keesokan harinya meninggal di rumah sakit akibat mengalami luka.
Saat korban diangkut oleh pihak kepolisian, kondisinya sudah kritis. Sedang serpihan organ tubuh korban, sore ketika dipungut oleh warga dan diantar ke rumah korban, disitu sedang berlangsung acara tahlil. Kehadiran warga tersebut membuat orang tua korban menangis meratapi kepergian putranya.
Kediri,Jatimnet Online– Jl. KH Ahmad Dahlan Mojoroto Kediri, untuk kali kesekian menelan korban akibat kecelakaan di area luras jalan yang sama. Tanggal 2 Juni lalu sekitar pukul 23.55 wib di jalan tersebut dan tepatnya sekitar depan cuci mobil Paramitha menewaskan 2 pengendara motor.
Dalam musibah malam itu, seorang meninggal seketika di tempat dan seorang lagi keesokan harinya akibat luka yang sangat parah. Satu dari dua korban kecelakaan lalin tersebut, menurut sumber yang patut dipercaya mengatakan bahwa korban baru dua minggu melangsungkan pernikahan.
Sepeda motor yang datang dari arah selatan, malam itu ketika berada di jalan dekat Cuci Mobil Paramitha menghantam mobil bak belakang terbuka. Mobil yang dari Semarang, dikemudikan anaknya, dikatakan oleh orang tuanya bahwa anaknya selama 25 tahun menjadi sopir baru malam itu mengalami kecelakaan.
Orang tua dari sopir mobil yang baru menjenguk salah satu keluarga korban pada tanggal 3 Juni lalu, ikut bela sungkawa serta memohonkan ma’af anaknya sekaligus memberikan bantuan biaya pemakaman, mengatakan bahwa keluarga korban menerima atas musibah tersebut.
Saat bertemu Hapra, dia juga mengatakan bahwa esoknya (tanggal 4) akan bertandang ke rumah duka korban satunya dengan niat yang sama. Menurutnya juga, bahwa santunan dari sopir ke keluarga korban yang disampaikan oleh orang tuanya berasal dari pemilik mobil.
Mobil yang di kemudikan dari Semarang, malam itu rencananya akan menuju ke Sri Ratu untuk mengambil peralatan las diantaranya tangga. Sementara itu, warga setempat mengatakan bahwa setelah malam terjadi musibah kecelakaan lalin, keesokan harinya masih ada sisa organ tubuh korban.
Sumber yang diperoleh Jatimnet Online & Hapra Indonesia juga mengatakan, bahwa sorenya (3 Juni) serpihan organ tubuh korban berupa 2 buah pecahan tempurung kepala dan beberapa serpihan otak dimasukkan kedalam tas kresek dan di antar ke rumah duka.
Ketika sore itu warga yang mengantar serpihan organ tubuh korban, dirumah duka sedang berlangsung acara tahlil. Kehadiran warga yang mengantarkan sisa organ tubuh meledakkan tangis orang tua korban.
Seringya terjadi kecelakaan lalin di lokasi tersebut, akibat jalan yang kondisinya mulus terdapat tikungan cukup tajam. Sampai saat ini dilokasi tersebut belum ada tempat penyeberangan maupun rambu-rambu Lalin. Karena seringya terjadi kecelakaan, warga setempat mengharapkan agar pihak yang berwenang se-segera mungkin memasang rambu lalin berupa tanda adanya tikungan tajam dan lampu kedip warna kuning.(WS)