Banyak Saluran Tanpa Pencatat meteran
Uang Pelanggan PDAM Diduga Menguap
Kediri, Jatimnet Online – Di kecamatan Banyakan terutama di desa Tiron ditemukanya banyak pelanggan air PDAM Kabupten Kediri tanpa dilengkapi meteran pencatat debit air.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar. padahal pembangunanya jelas memakai uang rakyat yaitu APBD (Anggaran Penerimaan Belanja Daerah), menurut sumber PDAM Kabupaten Kediri di suplai oleh pihak Pemkab Kediri sekitar 5 Miliiar pada tahun anggaran 2009.
Hal ini tentu ironis karena dengan begitu menegemen PDAM Kabupaten Kediri terkesan asal asalan dalam mengelola dana yang di gelontorkan lewat APBD untuk membantu PDAM Kabupaten Kediri.
Banyaknya pelanggan pengguna air PDAM di Kecamatan Banyakan yang tidak ada meteran pencatat debit air.patut dipertanyakan. Beberapa warga pelanggan air PDAM yang tidak di pasangi meteran pencatat debit air.
Yang menarik saat ditemui Jatimnet salah seorang warga yang namaya tidak mau di sebut mengatakan “Ini kontrak dengan PDAM dengan perjanjian lesan yang bunyinya (tidak tertulis) berapapun pemakaiaan pelanggan baik sedikit maupun banyak dikenai tarif 30.000 per bulan” Kata Brodin (bukan nama sebenarnya).
Brodin yang mewanti wanti namanya jangan di korankan menerima kedatangan Koran ini menjelaskan bahwa,” sejak pertama amprah (berlangganan/red) saya ditawari dua pilihan oleh petugasnya.
Dia ditawari dengan cara membayar dan dipasangi meteran atau tanpa meteran tapi bayarnya Rp 30.000,- dengan catatan pemakaianya terserah.ahkirnya saya memilih yang tidak pakai meteran.
Lebih lanjut dikatakan bahwa pilihan tersebut dirasa lebih murah karena saya punya kolam juga kebun belakang rumah kadang untuk pengairan selain urusan rumah. kalau pakai meteran ya bangkrut mas,”katanya dengan bercanda.
Begitu juga para tetangga Brodin, mereka banyak memilih fasilitas tanpa Meteran pencatat debit karena pemakaian dapat sepuasnya.Pertanyaanya bila tanpa adanya meteran pencatat debit air, dapatkah pemasukan pembayaran para pelanggan tersebut masuk ke kas PDAM.
Dengan pembuktian apa mereka sudah membayar dari pertanyaan sederhana tersebut dapat sedikit ditarik kesimpulan bahwa pembayaran para pelanggan diduga banyak menguap dijalan, atau lebih parah tidak sampai tujuan (Kas PDAM ) sama sekali atau di kemplang. Lalu kapan PDAM akan meraih keuntungan dan menyumbang Pendapatan Kas Daerah.
Sementara itu Direktur PDAM Kabupaten Kediri belum bisa di konfirmasi terkait hal ini, di temui Jatimnet di kantornya di PDAM Pare tidak sedang di tempat. (C@HYO).