Senin, 20 Desember 2010

Galian C Liar Marak, Satpol Tutup Mata ?
Kediri, Jatimnet Online - Di wilayah Kabupaten Kediri beberapa bulan terakhir marak dengan galian golongan C liar, eksploitasi besar-besaran terjadi di banyak desa di wilayah Kabupaten Kediri.
Dengan adanya aktifitas penggalian tanah untuk di eksploitasi pasirnya, dikhawatirkan akan berdampak merusak lingkungan dan ekosistem yang ada, sehingga rawan terjadinya petaka sewaktu-waktu.
Galian C liar yang berkedok reklamasi tanah tersebut terjadi begitu marak di wilayah Kabupaten Kediri dari wilayah Satak dan Simbar Kecamatan Plosoklaten, Sidorejo dan Sambirejo Kecamatan Pare, Desa Kuwik Kecamatan kunjang sampai daerah Kecamatan Banyakan dan daerah lain di wilayah Kabupaten Kediri.
Menurut sumber Jatimnet, yang lebih Ironis lagi hasil galian C berupa  pasir tersebut di bawa keluar dari Kediri, hal itu juga seperti pantauan Jatimnet, banyak truk berplat L, S, W dan N lalu lalang di desa Sidorejo.
Hasil pasir tersebut dibawa (baca: di jual) keluar Kediri seperti ke Jombang, Mojokerto, Malang atau Sidoarjo atau Surabaya. Tidak hanya mengkhwatirkan akan kerusakan lingkungan yang terjadi yaitu timbulnya lubang-lubang raksasa di berbagai tempat
Belum lagi banyak jalan yang rusak akibat di lalui oleh truk truk bermuatan pasir dan di duga banyak jembatan ambrol karena truk bermuatan pasir tersebut.
Sementara itu di Desa Kuwik Kecamatan Kunjang juga terdapat galian C liar yang berpotensi merusak ekosistem dan lingkungan. Didesa tersebut galian C liar berada area persawahan di Dusun Kuwik yang terlihat saat melintas di jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Pare dan Kecamatan Kunjang.
Disana terlihat ada tiga alat berat yang sedang menggali pasir dan ratusan truk berukuran besar yang sedang antri untuk di isi baknya.
Menurut informasi dari berbagai sumber yang berhasil di himpun Jatimnet,  Bos dari  galian C liar yang ada di Desa Kuwik tersebut bernama Hadi seorang pengusaha asal Mojokerto yang di "bekingi" oleh mantan Kades Kuwik Supii yang tidak lain adalah suami Kades Kuwik sekarang Purwaningtyas.
"Pak Mantan (Mantan Kades Kuwik Supii) sering nongkrong di warung depan perlintasan truk penggangkut pasir dari galian ke jalan aspal untuk ikut ngawasi" Kata seorang nara sumber kepada Jatimnet
Seperti biasa yang masih menurut informasi dari berbagai sumber di setiap galian C ada berita miring tentang adanya oknum Satpol PP yang minta setoran ke para pengusaha tersebut.
Dengan maraknya galian golongan C liar di berbagai tempat di Kabupaten Kediri tersebut, anehnya Satpol PP Kabupaten Kediri seperti bungkam dan terkesan membiarkan atau tidak berdaya menghadapi banyaknya galian C liar yang ada di wilayahnya yang notabene adalah salah satu tugasnya yaitu membrantas galian C liar. Ada apa dengan Satpol PP Kabupaten Kediri.

Tanggapan Pihak Terkait
Sementara itu ditempat terpisah Kepala KPPT (Kantor Perizinan Pelayanan Terpadu) Kabupaten Kediri Joko Suskiono kepada Jatimnet mengaku prihatin dengan maraknya galian C liar yang semakin merajalela terutama di wilayah Kabupaten Kediri.
"Itu sudah menjadi masalah di banyak daerah, Kita (KPPT) sudah memberikan sosialisasi tentang perizinan, dan merasia galian C liar tetapi tetap saja mereka kembali lagi, itu karena urusan perut ya susah. Para penambang khan butuh pekerjaan untuk hidup" Kata Joko.
Saat di tanya tentang galian C liar di Sidorejo, Joko Suskiono mengaku ada pengusaha yang mengali di sidorejo mengajukan izin, tetapi kita tolak karena jauh dari persyaratan" Ungkapnya.
Menanggapi ada oknum Satpol PP yang diduga menerima upeti dari galian C liar, Joko berharap ada tindakan tegas atas oknum tersebut.
Sementara Itu Kapala Satpol PP Kabupaten Kediri Agung Joko Retmono kepada Jatimnet mengaku kewalahan dengan ulah para penambang pasir. "Karena keterbatasan personil dan dana Kita limpahkan ke Polres Kediri untuk menindak lajuti tentang galian liar C yang ada di Sidorejo.
"Karena sudah kita kasih peringatan sampai tiga kali, dan akhirnya ada LSM yang melapor Ke Polres ya akhirnya kita serahkan kasus galian C Sidorejo ini Ke polres Kediri" Jelas Agung.
Agung juga membantah keras bahwa dirinya menerima upeti dari para pengusaha galian C liar tersebut." Saya secara pribadi sedang membangun rumah, tetapi saya juga beli pasir mas" Bantah Agung.. (C@HYO).


Selamat Datang di Website Jatimnet Online dibawah kendali Jatimnet Visual Mandiri berpusat di Kota Bung Karno (Blitar) Jawa Timur Indonesia. Jatimnet sengaja hadir dalam bentuk website yang akan menemani anda, untuk menikmati berita-berita yang kami tampilkan dalam bentuk yang lain. Dengan terbit melalui wesite Jatimnet Online dapat diakses pengguna internet dari seluruh penjuru dunia tanpa batas. Kritik dan saran silahkan anda layangkan melalui email kami : redaksi_jatimnet@yahoo.co.id. Akhirnya kami ucapkan selamat menikmati

  JATIMNET VISUAL MANDIRIHALAMAN MUKA.